Apa ?
Hi !
x
Ku kira blog ini sudah hilang ditelan google. Ternyata madih ada. Hehe.
Sudah lama sekali sejak terakhir kali menulis di blog asik-asik ini. Banyak hal yg telah terlewat oleh putaran detik jam yang ganas. Bahkan hal yang paling pahit pun seolah-olah menghilang.
Satu hal yang tak bisa jarum jam itu hapuskan adalah luka yang ditinggalkan pengalamanku ini. Ya. Luka yg mungkkn dikasih betadine aja udah ilang wkwk. Tapi luka ini unik. Iya unik. Luka yang memberikan banyak dampak bagi diriku tentunya dan orang-orang disekitarku.
Pribadi yang jauh lebih berpikir tentang keluarga terbentuk akibat luka ini. "Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Tentang apa yang harus memisahkan kita". Eh, malah nyanyi wkwk.
Ya mungkin luka ini luka yang paling gak banget kalian rasain disaat kalian menginjak masa remaja kalian. Ceilah menginjak, emang rumput dilarang diinjak wkwk.
Banyak cerita yang telah terukir semenjak luka itu mulai tergores. Seinchi demi inchi. Termasuk berpikir lebih dewasa dari manusia seusia mu. Aku mulai bingung. Harus bagaimana sikapku terhadap pola pikirku yang tidak sesuai umur ini ? Apakah aku harus teguh terhadapnya ? Atau aku harus menepi dari orang-orang ini ?
Ya sama halnya air yang tak akan pernah me jadi satu. Cara berpikir yang berbeda sulit untuk diterima orang lain. Apa yang menurutmu baik belum tentu dapat mereka iyakan padahal juga baik menurut mereka dikemudian hari.
Disaat yang bersamaan pula ku mencoba memperbaiki luka ini. Berharap dengan adanya orang lain yang sangat dekat bisa menyembuhkan luka yang terlanjur basah ini. Namun apakah begitu skenarionya ?
Tidak. Ya memang tidak. Setiap kali mempunyai seorang kawan dekat a.k.a doi. Ceilah a.k.a emang ndx pake a.k.a wkwk. Aku merasa banya memberikan kesedihan padanya. Ya entah mengapa selalu seperti itu. Apa yang salah denganku ?
Seakan komedi putar. Siapapun orangnya akan merasakan kesedihan yang sama pula. Aku mulai berpikir untuk menepi dari orang lain. Dan menikmati indahnya tiap detik yang Tuhan berikan.
Untuk apa mencoba mengobati lukamu. Kalau hanya membuat irang lain bersedih. Ya. Karena cara berpikirku yg aneh.
Lalu apa ? Aku yang harus berubah ? Atau menyalahkan waktu yang telah mengubahku ?
Tulisanmu berubah... lebih bijak, efek anak rantau.
BalasHapus