Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Sajak : Oh Gusti,

Oh, Gusti, Udara terasa sejuk pagi ini, Indah kurasa, yang kini sendiri, Oh, Gusti, Ada satu masalah dalam hati, Sesuatu yang tak mungkin ku lupa, lagi, Oh, Gusti, Tak tau mengapa hati bisa begini, Selalu merasa ia milikku, milikku sendiri, Oh, Gusti, Namun tak mungkin lagi hati ini, Tak mungkin bisa memilikinya, lagi, Oh, Gusti, Lelaki yang kini ia miliki, Tolong jaha dirinya, yang tak lagi sendiri Oh, Gusti, Jangan sekali-kali kau sakiti, Hati malaikat kecilku ini, Oh, Gusti Seandainya kau tak mampu lagi, Kembalikan hati itu untuk ku muliki, lagi Oh, Gusti, Sungguh rasa ini hanya dia yang milikki, Tak ada ragu dalam hati, Oh, Gusti Tak mungkinkupungkiri rasa ini, Mungkin itu yang membuatku memilih untuk sendiri, Oh, Gusti, Jangan kecewakan hati lelaki bejat ini, Jangan sampai dia kau sakiti, Oh, Gusti, Selalu sayangi, Dan jaga dia demi hati pria brengsek ini, Oh, Gusti, Kini kubiarkan hatinya pergi, Namun ketika hati itu kembali, jangan ...

Sajak : Bahagia ya,

Senja ini terasa baru bagiku, Melihat semua tak lagi biru, Dikala waktu itu selalu ada dirimu, Langit terasa baru bagiku, Tak ada lagi awan darimu, Tak ada lagi pesan untukku, Bunga yang mekar dulu, Kini tak lagi ada bagiku, Tak ada lagi kupu-kupu, Tak ada yang dapat dinikmati disenjaku, Tak ada lagi tawa riang mu, Tak ada lagi sesi receh ku, Mungkin ini adalah hal baru, Atau mugkin buah kebodohanku ? Atau mungkin ini karena egoismu ? Ahh, sudahlah aku tak mau tau, Yang ku tau aku hanya menyimpan rasa ku, Rasa yang memang hanya kuberikan padamu, Tak ada rasa bagi kupu-kupu, Tak ada rasa bagi sang penikmat mekarmu, Rasa itu hanya untukmu, bunga mekarku, dulu, Tak tau, bodohkah aku ? Apabila tetap menyimpan rasa padamu, Atau aku harus pergi darimu ? Yang tentu, bahagialah bersama lebah barumu, Semoga semua baik-baik saja bagimu, Karena aku tak tau malu, jika menahan ras ini padamu,