Tempe Orek dan Kulit Ayam
Siang ini kota pahlawan terasa sangat terik. Ya, mungkin sudah menjadi hal yang biasa di kota ini. Bergulat tak hanya dengan asap kendaraan dan kemacetan, tapi terik matahari ini juga cukup menghela kesabaran. Ya, hal itu akan semakin terasa apabila berada di daerah pabrikan. Pemandangan disepanjang jalan hanyalah gedung kotak -kotak dengan cerobong asap di atasnya. Pohon pohon hanya nampak 15 meter sekali. Diantara jarak antar pohon itu terdapat warung kecil yang setia menemani para pekerja pabrik kala jam makan siang datang. Warung kecil itu bisa memuaskan ratusan bahkan mungkin ribuan pekerja tiap harinya. Mungkin tiap 5 menit sekali para pekerja itu berlalu lalang melewati pintu kecil warung itu. Seperti biasa, siang ini warung ramai sekali. Datanglah seorang wanita cantik yang sedang magang di pabrik sebelah. Saking cantiknya ia menyita perhatian seluruh isi warung, termasuk tempe orek dan kulit ayam. Semua pandangan tertuju pada wanita berparas bidadari cantik...