Sajak : Pertemuan dengan sang Bidadari (Bagian 1)
Dari snapgram kita bersua,
Mencela, minta follback ku berkata,
Kupikir, ku ini tak tau malu juga,
Entah kau memang ingin atau kasian saja,
Notif pun muncul tak lama,
Aku terkejut dan lagi lagi mencela,
Akupun tak tau mengapa,
Tiba tiba saja tumbuh rasa,
Padahal aku juga tak tau kamu siapa,
Lalu, kuberanikan diri saja tuk menyapa,
Beraninya si dekil menyapa bidadari surga,
Macam tak tau diri ia siapa,
Dan benar saja, balasan darimu kutunggu sangat lama,
Sempat terpikir, ah biarlah saja,
Memangnya aku ini siapa,
Sesak nafas, saat dm ku terbalas juga,
Bak gempa tengah kurasa,
Ingin sekali rasanya cepat cepat kubuka,
Hai, kata yang kuketik pertama
Teman alfin ya ? Yang kedua,
............, yang ini kata ketiga
Mencela, minta follback ku berkata,
Kupikir, ku ini tak tau malu juga,
Entah kau memang ingin atau kasian saja,
Notif pun muncul tak lama,
Aku terkejut dan lagi lagi mencela,
Akupun tak tau mengapa,
Tiba tiba saja tumbuh rasa,
Padahal aku juga tak tau kamu siapa,
Lalu, kuberanikan diri saja tuk menyapa,
Beraninya si dekil menyapa bidadari surga,
Macam tak tau diri ia siapa,
Dan benar saja, balasan darimu kutunggu sangat lama,
Sempat terpikir, ah biarlah saja,
Memangnya aku ini siapa,
Sesak nafas, saat dm ku terbalas juga,
Bak gempa tengah kurasa,
Ingin sekali rasanya cepat cepat kubuka,
Hai, kata yang kuketik pertama
Teman alfin ya ? Yang kedua,
............, yang ini kata ketiga
Komentar
Posting Komentar