Aktivis vs Romantis (Bagian 1)

Aktivis tuh gaboleh Romantis, Aktivis tuh gaboleh punya pacar, Aktivis tuh gamungkin ada waktu buat pacaran.

Yaa, kali ini aku bakalan sharing tentang perdebatan Mahasiswa, yang mungkin kalian pernah rasakan di bangku 'per-kuli-ahan'. Sebenernya cerita ini juga pengalaman pribadiku sendiri dan beberapa pengalaman kawan curhatku.

Mungkin banyak diantara kita yang udah berumur 17/18/19 tahun udah merasakan 'hangat' dan 'ganasnya' bangku perkuliahan. Mungkin waktu SD kalian ingin cepet-cepet SMP, terus pengen cepet-cepet SMA, lalu pengen cepet-cepet kuliah. Sayangnya bangku kuliah itu 'Tidak semudah itu Ferguso !'. Banyak hal yang berubah ketika kita memasuki bangku 'per-kuli-ahan' ini. Gak segampang dan se-asik yang dibayangin pas waktu SMA.

Banyak hal-hal yang gak terduga di fase itu, kebohongan jadi hal yang wajar, memanfaatkan selalu jadi andalan, memaafkan hanya untaian kata, bahkan romansa cinta sudah tak lagi sama. Iya, disini aku mau bahas yang bagian terakhir.

Saat kalian di bangku per-kuli-ahan ini udah saatnya bagi kita untuk meng-eksplorasi diri seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya. Darimana ? Ya tentunya dari kepanitiaan ataupun organisasi, ya bisa dibilang jadi aktivis. Banyak yang bisa didapetin dengan kita aktif di kampus, mulai dari kita bisa tau gimana sih kebohongan-kebohongan orang, tau gimana sih jadi pemimpin yang hebat, tau gimana rasanya jadi ketua panitia tapi lu sendirian yag gerak, tau gimana sih dinamika kampus kita saat ini, bahkan tau 'skandal' kampus (kalau yang ini bonus aja, rejeki aktivis HAHA).

Tapi aku yakin, se-aktif aktif nya kalian wahai para 'aktivis', kalian dan kita juga manusia kan? Masih punya rasa dan punya hati. Masih suka lawan jenis kan? Atau jangan-jangan ................ Oke skip. 

Pasti beberapa diantara kita para aktivis, yaa, diantara, karna orang-orang pemikir kadang gak sempet mikirin hatinya sendiri, pernah punya rasa oengen punya pacar. Orang yang selalu ada disaat kita penat dan capek ngurusin ini itu, nge-batin angoota yang macem-macem tingkahnya, atau pengen ngungkapin rasa bangga kita, kalo acara yang kita bangun sukses.

Tapi sayangnya ketika sang aktivis mencoba untuk mencicipi apa itu cinta, semua berubah menjadi hal-hal yang tak terduga. Mulai dari sang pacar meminta perhatian lebih, dikira selingkuh, menjauh, atau bahkan lebih parahnya lagi kita dibilang 'buaya'. Mungkin beberapa dari kita pernah ngalamin hal ini. Ya, sebagian, sebagian besar. Bahkan si penulis ini juga pernah menjadi korbannya.

To Be Continued -->

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cewek Jaman Now

Sajak : Sosok Hantu

pacar ato orang tua