Tempe Orek dan Kulit Ayam


Siang ini kota pahlawan terasa sangat terik. Ya, mungkin sudah menjadi hal yang biasa di kota ini. Bergulat tak hanya dengan asap kendaraan dan kemacetan, tapi terik matahari ini juga cukup menghela kesabaran.

Ya, hal itu akan semakin terasa apabila berada di daerah pabrikan. Pemandangan disepanjang jalan hanyalah gedung kotak -kotak dengan cerobong asap di atasnya. Pohon pohon hanya nampak 15 meter sekali. Diantara jarak antar pohon itu terdapat warung kecil yang setia menemani para pekerja pabrik kala jam makan siang datang.

Warung kecil itu bisa memuaskan ratusan bahkan mungkin ribuan pekerja tiap harinya. Mungkin tiap 5 menit sekali para pekerja itu berlalu lalang melewati pintu kecil warung itu. 

Seperti biasa, siang ini warung ramai sekali. Datanglah seorang wanita cantik yang sedang magang di pabrik sebelah. Saking cantiknya ia menyita perhatian seluruh isi warung, termasuk tempe orek dan kulit ayam. Semua pandangan tertuju pada wanita berparas bidadari cantik itu.

'Indahnya wanita itu' celetuk kulit ayam.
'Iya, kau benar, indahnya wanita itu'jawab tempe orek lirih dengan mata berbinar.
'Lihatlah aku pasti akan dipilih dan disantap bibir rupawan wanita itu' dengan pede nya kulit susumbar.

Tak ada menu yang favorit di warung ini. Harga 10 ribu per porsi tak cukup untuk membuat sebuah menu menjadi favorit. Ya, yang penting bisa mengisi ulang tenaga para pekerja itu. Pun begitu dengan wanita ini. Ia memesan makanan itu dengan malu -malu pada ibu warung perawakan kecil bantat itu.

'Ibu itu apa ya bu ?'
'Yang mana neng ? Yang ini ?' Jawab ibu dengan cekatan.
'Iya bu' 'Oo ini kulit ayam neng, mau ini neng ?' Jawab ibu menawarkan, dan disambung anggukannya.

'Kan aku dipilih orek, aku dipilih !! Byeeee' Sorak kulit ayam kegirangan
'Tambah tempe orek ya bu' lanjut wanita itu.

Sesuap demi sesuap nasi mulai wanita itu nikmati. Rasa gurih nasi dan kuah kari ini cukup meningkatkan seleranya menyantap menu yang telah ia pesan. Kulit ayam tetap dengan percaya dirinya menunggu untuk di santap wanita itu. Sedangkan tempe orek tetap bertahan dengan mata yang berbinar menyaksikan indahnya wanita itu menyantap setiap nasi dengan lahap.

'Kamu cuma sebagai pelengkap aja disini orek, dia pasti akan menyisakanmu dan melahap habis aku' tetap dengan nada peecaya diri kulit menggumam
'Iya kulit, kamu benar, dia yang memilihmu, dia memang ingin menyantap dirimu' jawab polos tempe orek.

Nasi yang menggunung di piring wanita itu tinggal tersisa beberapa suap. Namun ada yang aneh, tempe dan kulit ayam tak disentuh sedikit pun oleh wanita itu. Tak tau, mungkin ia tipe orang yang suka memakan lauknya di akhir, 'gong' kata orang.

Tak diduga ternyata ia menyantap tempe orek dengan lahapnya.
'Aku duluan ya kulit' pamit tempe orek.
'Tenang, aku akan menyusulmu orek' jawab kulit tetap dengan percaya diri.
Namun setelah menyantap tempe orek , wanita cantik itu langsung mengambil selembar tisu untuk menyeka mulutnya, ya, tanda bahwa ia telah menyudahi makan siangnya.

Kulit ayam yang ia pilih dari awal pun tak sempat ia makan. Kepercayaan diri kulit ayampun luntur bersamaan dengan diletakannya tisu yang digunakan untuk menyeka mulutnya itu di atas piring. Kulit pun hanya bersedih dan meratapi diri.

Lantas siapa yang bisa disalahkan ? Tempe orek dengan keluguannya ?
Tidak, ia tidak melakukan kesalahan apapun. Ia hanya mengagumi wanita itu tanpa sedikitpun mempersuasi wanita itu untuk memilihnya.

Lalu, apakah wanita itu ?
Tidak, dia hanya seorang wanita dan konsumen yang berhak memilih setiap lauk yang disajikan ibu warung itu. Memilih baginya hanyalah hak, entah ia akan menyantapnya atau tidak.

Lantas apakah kulit ayam yang pantas disalahkan ?
Ya, mungkin, bisa jadi seperti itu. Ia menaruh harapan terlalu tinggi untuk bisa disantap wanita itu. 
Ya, tak seharusnya ia menggantungkan harapannya pada wanita secantik itu. Bayangkan, minyak yang menempel pada dirinya akan mengganggu keindahan wanita itu. 
Memangnya ia siapa sehingga patut untuk disantap wanita secantik itu ? Ia hanyalah kulit ayam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cewek Jaman Now

Sajak : Sosok Hantu

pacar ato orang tua