Sajak : Penulis rindu
Pena, anggap saja itu sebuah nama
Kertas, anggap saja itu sebuah media
Bidadari, jangan cuma anggap, itu memang dia
Kertas, tak biasanya, ia kosong, tanpa goresan tinta,
Namun, sudah lebih dari sewindu ia dibiarkan saja,
Lantas apa yang pena lakukan ? Apa ia lupa ?
Tidak, pena tidak lupa,
Ia tengah duduk termenung, sepertinya sedang merangkai kata,
Namun, apa yang terjadi padanya ?
Kemarin kulihat ia menggoreskan senyum dibibirnya,
Senyum yang sudah lama tak ia goreskan sebelumnya,
Aku bingung, siapa yang menjadi sebabnya,
Ah, tunggu sebentar, apakah ini tinta ?
Oh benar, itu tinta, darimana asalnya ?
Apakah ini milik pena ?
Heii, lihatlah, lihatlah sang pena,
Ia mulai tersenyum gembira,
Apa yang terjadi padanya ?
Apa yang ia lakukan disana ?
Oh, lihat ! lihat ! Ia melukis anda !
Anda ? Anda siapa ?
Bahkan anda tidak percaya ?
Itu senyuman wanita indah yang ia damba,
Iyaaa, benar, itu senyum anda Meilynda :)
Komentar
Posting Komentar