Postingan

Sajak : Oh Gusti,

Oh, Gusti, Udara terasa sejuk pagi ini, Indah kurasa, yang kini sendiri, Oh, Gusti, Ada satu masalah dalam hati, Sesuatu yang tak mungkin ku lupa, lagi, Oh, Gusti, Tak tau mengapa hati bisa begini, Selalu merasa ia milikku, milikku sendiri, Oh, Gusti, Namun tak mungkin lagi hati ini, Tak mungkin bisa memilikinya, lagi, Oh, Gusti, Lelaki yang kini ia miliki, Tolong jaha dirinya, yang tak lagi sendiri Oh, Gusti, Jangan sekali-kali kau sakiti, Hati malaikat kecilku ini, Oh, Gusti Seandainya kau tak mampu lagi, Kembalikan hati itu untuk ku muliki, lagi Oh, Gusti, Sungguh rasa ini hanya dia yang milikki, Tak ada ragu dalam hati, Oh, Gusti Tak mungkinkupungkiri rasa ini, Mungkin itu yang membuatku memilih untuk sendiri, Oh, Gusti, Jangan kecewakan hati lelaki bejat ini, Jangan sampai dia kau sakiti, Oh, Gusti, Selalu sayangi, Dan jaga dia demi hati pria brengsek ini, Oh, Gusti, Kini kubiarkan hatinya pergi, Namun ketika hati itu kembali, jangan ...

Sajak : Bahagia ya,

Senja ini terasa baru bagiku, Melihat semua tak lagi biru, Dikala waktu itu selalu ada dirimu, Langit terasa baru bagiku, Tak ada lagi awan darimu, Tak ada lagi pesan untukku, Bunga yang mekar dulu, Kini tak lagi ada bagiku, Tak ada lagi kupu-kupu, Tak ada yang dapat dinikmati disenjaku, Tak ada lagi tawa riang mu, Tak ada lagi sesi receh ku, Mungkin ini adalah hal baru, Atau mugkin buah kebodohanku ? Atau mungkin ini karena egoismu ? Ahh, sudahlah aku tak mau tau, Yang ku tau aku hanya menyimpan rasa ku, Rasa yang memang hanya kuberikan padamu, Tak ada rasa bagi kupu-kupu, Tak ada rasa bagi sang penikmat mekarmu, Rasa itu hanya untukmu, bunga mekarku, dulu, Tak tau, bodohkah aku ? Apabila tetap menyimpan rasa padamu, Atau aku harus pergi darimu ? Yang tentu, bahagialah bersama lebah barumu, Semoga semua baik-baik saja bagimu, Karena aku tak tau malu, jika menahan ras ini padamu,

Sajak : Dewasakah aku ?

Menjadi dewasa itu pilihan, Terlalu dewasa apakah itu berlebihan ? Apakah menjadi dewasa harus siap kehilangan ? Disaat semua kau pikir berjalan lancar, Itu hanya membuat pikiranmu terpemcar, Memahami sesuatu yang kau sebut pacar, Apakah egois adalah sebuah kedewasaan ? Apakah dewasa harus rela berkorban perasaan ? Atau hanya kau yang berlebihan ? Dewasa tak bisa dipaksakan, Tak bisa pula kau himdarkan, Ya, jadi dewasa adalah pilihan, Harus kehilangan sudah biasa kurasa, tak hanya teman namu juga keluarga, seakan semua terjadi dan kubiarkan begitu saja, Menjadi dewasa tak membuatku terlalu bahagia, Ya, karena itulah aku kehilangan dia, dan dia, Tapi aku tak kunjung bosan menemukan apa itu dewasa, Untuk kamu disana maafkan aku, Semua hanya karena cara berpikirku, Yang tak bisa selalu sejalan dengan pikirmu, Hanya maaf yang kuucap, Ku merindukan sebuah cakap, Saat kita saling berucap. - CAO, 25 Maret 2018 seorang yang berpikir dia sudah cukup dewasa, nam...

Langit senja

Senja kala itu nampak indah dengan warna jingga meronanya. Bunga nampak mekar menampakkan keindahannya pada dunia. Langit pun tersenyum dengan awan tipis menghiasinya. Rindu sekali masa-masa indah seperti itu, dulu. Dulu senja tampak indah kala bersamamu, indah wajahmu kala senyum mengukir wajahmu, merdu suaramu kala bercanda bersamaku. Namun itu dulu, ya dulu, berbeda dengan sekarang ketika langit senja tak lagi indah, ketika bunga tak lagi mekar, dan langit tak lagi menampakkan senyumnya lagi padaku. Senja mulai nampak tak indah dikala waktu itu jarak memisahkan kita Surabaya-Bintaro. Ya, 487 miles apart. Dikala senja yang waktu itu tengah kita nikmati berdua, jarak harus memaksa kita untuk menatap langit senja yang sama dengan jarak yang tak lagi nol . Ya, senja, waktu yang tak cukup lama dalam sehari, mungkin itu lah yang menggambarkan keriangan kita juga, sebentar, ya hanya sebentar. Beruntunglah mereka yang masih dapat menikmati langit senja bersama, beruntunglah mereka yan...

Apa ?

Hi ! x Ku kira blog ini sudah hilang ditelan google. Ternyata madih ada. Hehe. Sudah lama sekali sejak terakhir kali menulis di blog asik-asik ini. Banyak hal yg telah terlewat oleh putaran detik jam yang ganas. Bahkan hal yang paling pahit pun seolah-olah menghilang.  Satu hal yang tak bisa jarum jam itu hapuskan adalah luka yang ditinggalkan pengalamanku ini. Ya. Luka yg mungkkn dikasih betadine aja udah ilang wkwk. Tapi luka ini unik. Iya unik. Luka yang memberikan banyak dampak bagi diriku tentunya dan orang-orang disekitarku. Pribadi yang jauh lebih berpikir tentang keluarga terbentuk akibat luka ini. " Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi Tentang apa yang harus memisahkan kita". Eh, malah nyanyi wkwk. Ya mungkin luka ini luka yang paling gak banget kalian rasain disaat kalian menginjak masa remaja kalian. Ceilah menginjak, emang rumput dilarang diinjak wkwk .  Banyak cerita yang telah terukir semenjak luka itu mulai terg...

Seorang Di balik Printer ..

Gambar
MR.X DIBALIK PRINTER Di Indonesia masih ada Ujian Nasional yang menentukan kelulusan. Bukanya salah tetapi mungkin sistemnya yang perlu di perbaiki. Pemerintah bermaksud baik dengan melaukan ujian yang sama rata bobot soalnya bertujuan bahwa pelajar Idnesia benar-benar orang yang bersaing.

Hope

Gambar
Berharap Suatu hal yang kita idamkankan yang kita ingin kan yang selalu mengahntui pikiran it aagar bisa mencapainya. Gk ada salahnya berharap terlalu tinggi bro, tapi jangan berlama2 jatuhnya okee !! Check This Out ..